Satu jenazah korban kebakaran pabrik Bekasi belum teridentifikasi
Tim Disaster Victim Indentification (DVI) RS Polri Kramat Jati belum mengindetifikasi semua jenazah korban kebakaran pabrik pakan ternak di Medan Satria, Bekasi.
Elshinta.com - Tim Disaster Victim Indentification (DVI) RS Polri Kramat Jati belum mengindetifikasi semua jenazah korban kebakaran pabrik pakan ternak di Medan Satria, Bekasi.
Pasalnya dari total sembilan jenazah, baru delapan yang sudah dinyatakan teridentifikasi berdasar pencocokan 12 sampel DNA pembanding antemortem dari keluarga korban, dan 23 sampel DNA postmortem dari 11 kantong jenazah dan satu wadah kotak.
Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy mengatakan satu jenazah korban kebakaran pabrik belum teridentifikasi karena butuh waktu untuk pemeriksaan sampel DNA.
Dalam proses identifikasi ini, kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat menjadi kendala utama bagi Tim DVI Pusdokkes Polri untuk mengidentifikasi jenazah korban.
"Tim kami sudah bekerja keras sejak awal untuk memeriksa DNA-nya. Tapi sampai (proses rekonsiliasi) terakhir DNA-nya enggak muncul," kata Nyoman seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru Lianto, di RS Polri Kramat Jati, Jumat (8/11/2024).
Dalam metode DVI terdapat parameter utama identifikasi di antaranya melalui sidik jari, gigi dan DNA karena pada ketiganya terdapat karakteristik khusus untuk menunjukkan identitas.
Namun karena kondisi jenazah yang sudah terbakar hingga menjadi arang dan dalam kondisi tak utuh atau hanya bagian tubuh, identifikasi menggunakan sidik jari tidak memungkinkan dilakukan.
Identifikasi melalui gigi juga terkendala minimnya data pembanding antemortem dari keluarga, sehingga DNA menjadi pilihan utama dalam proses pencocokan data antemortem dengan postmortem.
"Sebagaimana yang sudah disampaikan di awal bahwa kami menerima kondisi jenazah (korban pabrik Bekasi) sudah sangat mengarang (menjadi arang). Hangus terbakar," ujarnya.
Nyoman berharap dalam waktu dekat pihaknya dapat segera mengidentifikasi jenazah korban yang terakhir, sehingga jasad bisa diserahkan kepada pihak keluarga.
"Dari jenazah yang meskipun (kondisinya) mengarang (menjadi arang) tadi. Kita akan mendalami kembali. Mudah-mudahan kami bisa memastikan pada waktu yang tidak terlalu lama," harapnya.
Sebagai informasi delapan jenazah yang sudah teridentifikasi yakni, Rahmat (42) dan Jatmiko (37). Keduanya terindentifikasi melalui gigi dan DNA.
Sementara keenam lainnya yang terindentifikasi melalui DNA adalah Rizki Adam (24), Wibi Winarno (33), Tuin Saputra (45), Rahmat Hidayatullah (42), dan Yana Suryana (43) dan Daniel Sihombing (27).